
Kebakaran Kapal Pesiar World Legacy Di Singapura
Kebakaran Tragis ini Terjadi Pada Jumat Pagi 20 Februari 2026, Saat Kapal Pesiar World Legacy Yang Sedang Berlayar Menuju Singapura. Insiden tersebut mencuat menjadi sorotan internasional setelah satu anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) tewas. Ratusan penumpang berhasil dievakuasi, dan sejumlah penumpang lainnya harus mendapatkan pemeriksaan medis di rumah sakit.
Kronologi Insiden
Menurut rilis resmi dari Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (Maritime and Port Authority of Singapore/MPA). Api pertama kali terdeteksi di area lounge pada dek sembilan kapal World Legacy sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat. Api tersebut kemudian menyebar ke bagian lain kapal sebelum tim pemadam Kebakaran laut Singapura. Termasuk unit Singapore Civil Defence Force (SCDF) berhasil menjinakkan kobaran api dan memadamkannya.
Operasi darurat segera di lakukan setelah Kebakaran terdeteksi. Semua 271 penumpang di atas kapal di evakuasi dengan selamat dan di bawa ke HarbourFront Ferry Terminal di Singapura. Di sisi lain, ABK WNI yang menjadi korban tewas telah di pindahkan ke darat untuk proses lebih lanjut oleh pihak berwenang. Dengan dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.
Korban Kebakaran dan Penanganan Medis
Selain satu ABK yang meninggal dunia, empat penumpang juga di bawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan setelah insiden itu. Tidak ada laporan tentang cedera serius di antara kru kapal atau penumpang lain selain proses evaluasi bagi sejumlah orang tersebut.
Korban dari Indonesia ini di laporkan adalah seorang anggota awak kapal yang bertugas di atas World Legacy. Identitasnya belum di rilis secara publik, tetapi pihak berwenang telah mengonfirmasi statusnya sebagai WNI dan koordinasi dengan keluarga serta pihak kedutaan telah di lakukan.
Tentang Kapal World Legacy
World Legacy adalah kapal pesiar yang terdaftar di Liberia dan dioperasikan oleh perusahaan World Cruises, sebuah operator berbasiskan di Singapura. Kapal ini sering berlayar di kawasan perairan antara Singapura dan Malaysia, menawarkan pengalaman liburan terapung bagi penumpang dengan paket perjalanan yang bisa berupa singkat (beberapa jam) atau bahkan hingga beberapa hari.
Kapal tersebut membawa ratusan kru dan penumpang dalam berbagai pelayaran. Dalam pernyataan awal MPA, dari total 271 penumpang yang berada di atas kapal saat insiden, 139 di antaranya adalah warga negara Singapura, sementara sisanya berasal dari berbagai negara lain. Kru kapal sendiri berjumlah ratusan, dan menurut otoritas setempat tidak ada warga Singapura di antara awak kapal.
Upaya Penyelamatan dan Penanganan Selanjutnya
Setelah api berhasil di padamkan, petugas dari berbagai unit terkait termasuk MPA, SCDF Marine Firefighters. Dan angkatan polisi turut mengevakuasi, menenangkan penumpang, serta membantu proses evakuasi dan pemeriksaan medis. MPA juga menetapkan zona keselamatan di sekitar kapal dan mengeluarkan peringatan navigasi kepada kapal lain untuk menjaga jarak dari lokasi insiden.
Sementara itu, sejumlah tim evaluasi dan penilai kerusakan dari lembaga klasifikasi kapal telah di panggil untuk menilai secara teknis kerusakan yang terjadi akibat kebakaran. Penilaian ini penting sebagai dasar perbaikan teknis dan keselamatan sebelum kapal kembali di operasikan.
Investigasi Masih Berlangsung
Penyebab pasti dari kebakaran itu belum sepenuhnya di ketahui. Otoritas Singapura terus melakukan investigasi terhadap penyebab awal kebakaran di lounge dek sembilan. Tim penyidik tengah memeriksa berbagai skenario termasuk potensi masalah kelistrikan, bahan mudah terbakar di area lounge. Hingga kemungkinan malfungsi sistem pencegah kebakaran namun hasil akhir penyelidikan belum di publikasikan.
Reaksi dan Tanggapan
Peristiwa kebakaran ini memunculkan banyak reaksi dari publik dan media internasional. Beberapa penumpang yang selamat menggambarkan pengalaman panik saat sirene berbunyi dan mereka di minta memakai jaket keselamatan serta langsung di evakuasi tanpa sempat mengambil barang bawaan.
Otoritas maritim Singapura dan operator kapal juga menyatakan simpati kepada keluarga korban serta menegaskan komitmen mereka dalam memastikan keselamatan para penumpang dan kru kapal di masa mendatang.