
Makam Keramat Kudus, Ada Cerita Cinta Yang Tidak Di Restui
Makam Keramat Kudus Terletak Di Desa Kandangmas, Memiliki Cerita Cinta Pilu Putri Sunan Muria Yang Tidak Di Restui Orang Tuanya. Jadi makam yang terdapat di Dusun Masin, Kecamatan Dawe yang telah di keramatkan oleh masyarakat dekat. Jadi telah di percayai selaku tempat buat peristirahatan terakhir si Raden Ayu Nawangsih serta pula Raden Bagus Rinangku. Bila kamu mau lebih ketahui pada ulasan kami senantiasa ikuti hingga habis, biar kamu dapat ketahui apa saja yang kami bahas menimpa makam tersebut.
Nah, Raden Ayu Nawangsih merupakan si gadis dari Sunan Muria. Sedangkan pada Raden Bagus Rinangku merupakan seseorang santri generasi dari suatu Kerajaan Mataram. Jadi keduanya telah silih jatuh cinta, tetapi mereka tidak memperoleh suatu restu dari kedua orang tua mereka. Pimpinan dari pengurus suatu Makam Keramat Kudus Punden Masin, yang bernama Sumartono juga telah menggambarkan dini mula sejoli pacar ini dapat jatuh cinta. Bagi cerita dari Sumartono, si Raden Bagus telah di tugaskan oleh si Sunan Muria buat dapat mengawasi suatu padi di sawah.
Lanjutan dari cerita Sumartono menimpa Makam Keramat Kudus
Lanjutan dari cerita Sumartono menimpa Makam Keramat Kudus. “Jadi si Raden Bagus di bagikan pekerjaan oleh si Sunan Muria buat dapat melindungi suatu padi di daerah Muria Selatan ataupun saat ini di sebut Masin. Tetapi, si Raden Ayu kerap tiba buat mengirim suatu santapan, witing tresno jalaran soko kulino, keduanya juga jadi silih tertarik,” cerita seseorang Sumartono. Tetapi, sayangnya di balik ikatan asmara mereka, nyatanya terdapat seseorang santri dari Pati bernama Cibolek yang telah naksir dengan Raden Ayu. Namun sayang, si Raden Ayu tidak menggemari Cibolek sebab dia kurang baik. Jadi Raden Ayu juga lebih memilah si Raden Bagus.
Di Balik Cerita Makam Keramat Kudus Yang Terletak Di Desa Kandangmas
Pada ulasan ini kami hendak menarangkan tentang Di Balik Cerita Makam Keramat Kudus Yang Terletak Di Desa Kandangmas. “Jadi Cibolek itu kurang baik, cebol (kecil) telah mempunyai kemauan buat dapat mempersunting si Raden Ayu. Tetapi, Raden Ayu tidak mencermati si Cibolek, hendak namun yang di perhatikan olehnya merupakan si Raden Bagus,” ucapnya. Ikatan mereka juga telah di awasi oleh Cibolek. Jadi Cibolek diam- diam buat dapat mengawasi mereka yang lagi menjalakan suatu asmara di sawah. Jadi Cibolek memberi tahu ke Sunan Muria kalau mereka lagi berpacaran di sawah. Perihal tersebut di karenakan Cibolek sangat tidak bahagia sebab Raden Ayu tidak ingin dengannya.
Sunan Muria Malah Murka
“Jadi mereka berdua di laporkan oleh Cibolek kepada Sunan Muria, ‘Anak panjenengan Raden Ayu sangat tidak sopan, di sawah ia lagi pacaran dengan si Raden Bagus’. Kesimpulannya perihal itu di buktikan oleh Sunan Muria, jadi realitasnya, mereka lagi pacaran. Jadi kesimpulannya cocok di rumah di bagikan suatu arahan oleh Sunan Muria. Tetapi mereka masih saja senantiasa menempuh suatu ikatan,” lanjut kata Sumartono yang sudah belasan tahun jadi pimpinan pengurus makam tersebut. Jadi sehabis peristiwa tersebut, Cibolek memandang mereka lagi yang lagi pacaran di sawah. Sehingga cibolek memberi tahu lagi ke Sunan Muria. Ia memberitahukan kepada Sunan Muria kalau padinya yang terdapat di sawah di rusak, serta habis di makan burung.
Tetapi pada di kala Sunan Muria tiba serta memandang padinya, nyatanya tidak terdapat yang rusak, namun seluruhnya masih utuh. Tetapi, Sunan Muria Malah Murka serta memandang anaknya yang masih menjalakan suatu ikatan dengan si Raden Bagus. Apalagi Sunan Muria malah mengecam buat memanah si putrinya sendiri. Nahas, ancamannya itu malah telah jadi realitas serta dia membebaskan suatu anak panah ke arah putrinya. Raden Bagus juga melihatnya serta langsung menghadang anak panah tersebut. Sehingga anak panah itu menimpa Raden Bagus hingga dia wafat dunia.